Blog

LAZ Al Kahfi Peduli Mendapatkan 2 Penghargaan Sebagai Nominator Pada Ajang BAZNAS JABAR Award 2021

Setelah berhasil mendapatkan hasil audit laporan keuangan 2020 dengan hasil opini WTP, kini LAZ Al Kahfi Peduli  menjadi Nominator kategori bergengsi dalam perhelatan penghargaan terbesar di Jawa Barat bagi pegiat zakat di Indonesia, yaitu BAZNAS JABAR Award 2021.

Alhamdulillah, kali ini LAZ Al Kahfi Peduli mendapat kepercayaan dan dinobatkan sebagai Nominator Kategori Pertumbuhan Penghimpunan ZIS Tertinggi, selain itu juga LAZ Al Kahfi Peduli mendapatkan Nominator Kategori Kelembagaan Terbaik.

Kegiatan Penganugerahan BAZNAS JABAR Award 2021, diselenggarakan secara luring yang bertempat di Hotel The Luxton Bandung, Jl. Ir. H. Juanda No.18 Bandung 40115, Indonesia, pada Kamis (16/12/2021).

Alhamdulillah di penghujung tahun 2021 ini, kami memperoleh hasil audit keuangan opini WTP. Juga berhasil mendapatkan 2 nominasi dalam BAZNAS JABAR Award 2021.

Prestasi ini kami persembahkan untuk seluruh Sahabat LAZ Al Kahfi Peduli, seluruh Muzakki dan juga Mustahik yang selama ini turut berperan dalam mendukung kami. Terimakasih atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan kepada kami. Kami memohon dukungan dan doa selalu, agar kami dapat mengemban amanah ini dengan baik, dan dapat terus istiqamah dalam mengelola Zakat, Infak, dan Sedekah umat.

Read more

Darurat Bencana! Bantu Penyintas Erupsi Gunung Semeru, LAZ Al Kahfi Peduli Tanggap Bencana

LAZ Al-Kahfi Peduli

Penyaluran bantuan terhadap masyarakat terdampak erupsi dan banjir lahar Gunung Semeru di Kec. Candipuro dan Kec. Pronojiwo Kab. Lumajang Jawa Timur terus berdatangan. Halnya dilakukan LAZ Al Kahfi Peduli yang turut andil dalam penyaluran bantuan yang merupakan titipan dari donatur.

“LAZ Al Kahfi Peduli telah mengirimkan relawannya untuk membantu masyarakat terdampak dengan pelayanan dapur umum, pembagian sembako, obat-obatan dan makanan siap santap,” ucap Direktur LAZ Al Kahfi Peduli , Wahid Aminuddin, Selasa (07/12/2021).

“Banyak juga  fasilitas umum serta masjid/musholah yang hancur akibat erupsi semeru ini. Kami juga berencana akan membuat program pemulihan masjid/musholah pasca erupsi ini.” imbuhnya.

Wahid Aminuddin mengaku, antusiasme donatur yang menitipkan donasi bagi masyarakat terdampak Erupsi Gunung Semeru terus berdatangan. Oleh karena itulah LAZ Al Kahfi Peduli terus berupaya menyiapkan kanal-kanal donasi untuk memudahkan para donatur.

“Saat ini donatur bisa berdonasi untuk penyintas erupsi Gunung Semeru melalui rekening kami,” tuturnya. (jde)

 

 

Donasi

...

Zakat Emas

Target terus dikumpul
TerkumpulRp.4,736,300 Donatur7
...

Zakat Perdagangan

Target terus dikumpul
TerkumpulRp.2,799,565 Donatur7
...

Zakat Profesi

Target terus dikumpul
TerkumpulRp.13,224,106 Donatur37
...

Sedekah Air Segar, Yuk!

Target terus dikumpul
TerkumpulRp.660,912 Donatur8
...

Pemulihan Musholah Rusak Akibat Erupsi Gunung Semeru

Target terus dikumpul
TerkumpulRp.620,000 Donatur2
Read more

Bantu Pemerintah, LAZ Al-Kahfi Peduli Gelar Vaksinasi

TAMBUN SELATAN, Bertempat di kantor Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al-Kahfi Peduli, jalan perjuangan No 44 RT 02 RW 02 Desa Tambun Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi digelar serbuan vaksin bagi masyarakat bekerjasama dengan Koramil 01/Tambun dan Puskesmas Tambun, Sabtu (13/11).

Vaksinasi ke 1 dan 2 bagi masyarakat diatas 12 tahun ke atas ini dengan jenis vaksin Sinovac dan Pfizer, kuotanya sebanyak 113 orang.

Direktur LAZ Al-Kahfi Peduli Wahid Aminudin mengatakan sebagai lembaga amil zakat yang mengelola program pemberdayaan masyarakat, pihaknya mendukung upaya mempercepat herd Immunity agar mencegah penyebaran Covid-19.

“Kami fasilitasi masyarakat bekerjasama dengan Koramil dan puskesmas untuk dilakukan vaksin sehingga membantu mempercepat target pemerintah,” katanya.

Dijelaskannya, untuk vaksinasi ini menerapkan protokol kesehatan, serta juga dibantu petugas tenaga kesehatan.

“Di masa pandemi ini, dalam membantu masyarakat, kami juga telah menyalurkan berbagai bantuan seperti penyemprotan disinfektan bagi masjid dan bantuan terhadap masyarakat terdampak Covid-19, seperti pengemudi ojek online,” jelasnya.

Wahid menyebut untuk program dari LAZ Al-Kahfi Peduli dilakukan pemberdayaan melalui lima program utama yaitu Peduli Yatim (Muliya), Kesehatan (Kahfi Sehat), Ekonomi Umat (Pemikat), Peduli Masjid (Kalimas), dan Peduli Pendidikan (Kalikan).

“Kami mengajak masyarakat untuk memberikan donasinya melalui LAZ Al-Kahfi Peduli. Zakat, infaq, shodaqoh dan wakaf akan disalurkan untuk membantu kesejahteraan yatim, duafa, korban bencana alam dan kemanusiaan serta berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan bagi yatim dan duafa,” tutupnya***

Sumber :DAKTACOM

 

...

Zakat Profesi

Target terus dikumpul
TerkumpulRp.13,224,106 Donatur37
...

Zakat Tabungan

Target terus dikumpul
TerkumpulRp.397,789 Donatur10
...

Zakat Pertanian

Target Rp. 100,000,000
1%
TerkumpulRp.600,000 Donatur3
...

Sedekah Air Segar, Yuk!

Target terus dikumpul
TerkumpulRp.660,912 Donatur8
...

Pemulihan Musholah Rusak Akibat Erupsi Gunung Semeru

Target terus dikumpul
TerkumpulRp.620,000 Donatur2

 

Read more

Keistimewaan Di Bulan Sya’ban

Bulan Sya‘ban merupakan bulan yang di dalamnya terdapat berbagai peristiwa bersejarah, yakni peristiwa pengalihan arah kiblat dari Masjidil Aqsha di Palestina ke Ka‘bah di Arab Saudi dengan penurunan Surat Al-Baqarah ayat 144, Surat Al-Ahzab ayat 56 yang menganjurkan pembacaan shalawat, diangkatnya amal-amal manusia menuju ke hadirat Allah SWT, dan berbagai peristiwa lainnya.

Menilisik dari segi linguistik, Al-Imam ‘Abdurraḥmān As-Shafury dalam literatur kitab momumentalnya Nuzhatul Majâlis wa Muntakhabun Nafâ’is mengatakan bahwa kata Sya’bān (شَعْبَانَ) merupakan singkatan dari huruf shīn yang berarti kemuliaan (الشَّرَفُ). Huruf ‘ain yang berarti derajat dan kedudukan yang tinggi yang terhormat (العُلُوُّ). Huruf ba’ yang berarti kebaikan (البِرُّ). Huruf alif yang berarti kasih sayang (الأُلْفَة). Huruf nun yang berarti cahaya (النُّوْرُ).

 

Ada beberapa hadis shahih yang menunjukkan keistimewaan di bulan Sya’ban, di antara amalan tersebut adalah memperbanyak puasa sunnah selama bulan Sya’ban.

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau mengatakan,

يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ: لاَ يُفْطِرُ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ: لاَ يَصُومُ، فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ

“Terkadang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam puasa beberapa hari sampai kami katakan, ‘Beliau tidak pernah tidak puasa, dan terkadang beliau tidak puasa terus, hingga kami katakan: Beliau tidak melakukan puasa. Dan saya tidak pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, saya juga tidak melihat beliau berpuasa yang lebih sering ketika di bulan Sya’ban.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Aisyah mengatakan,

لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ

“Belum pernah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Sya’ban. Terkadang hampir beliau berpuasa sya’ban sebulan penuh.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Apa Hikmahnya?

Ulama berselisih pendapat tentang hikmah dianjurkannya memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, mengingat adanya banyak riwayat tentang puasa ini.

Pendapat yang paling kuat adalah keterangan yang sesuai dengan hadis dari Usamah bin Zaid, beliau bertanya: “Wahai Rasulullah, saya belum pernah melihat Anda berpuasa dalam satu bulan sebagaimana Anda berpuasa di bulan Sya’ban. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

“Ini adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan dimana amal-amal diangkat menuju Rab semesta alam. Dan saya ingin ketika amal saya diangkat, saya dalam kondisi berpuasa.” (HR. An Nasa’i, Ahmad, dan sanadnya dihasankan Syaikh Al Albani)

Memperbanyak Ibadah di Malam Nishfu Sya’ban

Ulama berselisih pendapat tentang status keutamaan malam nishfu sya’ban. Setidaknya ada dua pendapat yang saling bertolak belakang dalam masalah ini. Berikut keterangannya:

Pendapat pertama, tidak ada keutamaan khusus untuk malam nishfu Sya’ban. Statusnya sama dengan malam-malam biasa lainnya. Mereka menyatakan bahwa semua dalil yang menyebutkan keutamaan malam nishfu Sya’ban adalah hadis lemah. Al Hafidz Abu Syamah mengatakan: Al Hafidz Abul Khithab bin Dihyah –dalam kitabnya tentang bulan Sya’ban– mengatakan, “Para ulama ahli hadis dan kritik perawi mengatakan, ‘Tidak terdapat satupun hadis shahih yang menyebutkan keutamaan malam nishfu Sya’ban’.” (Al Ba’its ‘ala Inkaril Bida’, Hal. 33).

Pendapat kedua, terdapat keutamaan khusus untuk malam nishfu Sya’ban. Pendapat ini berdasarkan hadis shahih dari Abu Musa Al Asy’ari radhiallahu ‘anhu, dimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Sya’ban. Maka Dia mengampuni semua makhluknya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (HR. Ibn Majah, At Thabrani, dan dishahihkan Al Albani).

Setelah menyebutkan beberapa waktu yang utama, Syaikhul Islam mengatakan, “…pendapat yang dipegangi mayoritas ulama dan kebanyakan ulama dalam Madzhab Hambali adalah meyakini adanya keutamaan malam nishfu Sya’ban. Ini juga sesuai keterangan Imam Ahmad. Mengingat adanya banyak hadis yang terkait masalah ini, serta dibenarkan oleh berbagai riwayat dari para sahabat dan tabi’in…” (Majmu’ Fatawa, 23:123)

Ibn Rajab mengatakan, “Terkait malam nishfu Sya’ban, dulu para tabi’in penduduk Syam, seperti Khalid bin Ma’dan, Mak-hul, Luqman bin Amir, dan beberapa tabi’in lainnya, mereka memuliakannya dan bersungguh-sungguh dalam beribadah di malam itu…” (Lathaiful Ma’arif, Hal. 247).

Di sisi lain penting untuk diperhatikan juga bahwa amaliah menghidupkan malam Nisfu Sya‘ban merupakan persoalan furū’iyyah yang tetap membuka ruang perbedaan tapi tetap dalam semangat yang saling toleran. Pelaksanaaan amaliyah ini berfungsi untuk mempertebal keimanan hamba terhadap Tuhannya. Oleh karena itu, tidak sepatutnya untuk diarahkan pada dimensi sakralitas hukum. Sakralitas hukum terhadap persoalan keimanan juga bisa berimplikasi pada munculnya gesekan-gesekan. Selama semua amaliyah memiliki dasar dan pijakan ilmu pengetahuan tentu tidak perlu untuk dipertentangkan. Perbedaan merupakan suatu keniscayaan (sunnatullâh), tapi menyikapi perselisihan dengan hal yang tidak bijak tentu semakin menjauhkan umat Islam dari nilai-nilai luhur keislamannya.

Menurut hemat penulis, dalam hal memperbanyak ibadah tertentu jika anjuran tersebut berasal dari hadits yang lemah sekalipun tetapi tujuannya baik yaitu anjuran untuk memperbanyak ibadah kepada Allah maka hadits tersebut bisa dijadikan motivasi yang tujuannya untuk taqarrub kepada Allah. Wallahu ‘Alam

 

 

Penulis: Rizki Mustakim, Lc

 

Salurkan zakat, infak dan sedekah anda melalui

Lembaga Amil Zakat Al-Kahfi Peduli

Bank Syariah Mandiri: 7111348884

BNI Syariah: 0731173093

Bank Muamalat: 3290019609

Read more

Perbedaan Sedekah, Infak dan Zakat

Salah satu ajaran Islam yang sangat diutamakan adalah membantu orang lain. Dalam berbagai hadis disebutkan bahwa pahala membantu orang lain sangat besar dan pelakunya akan mendapat bantuan berkali-kali lipat dari Allah atas kesulitannya di dunia mau pun di akhirat. Hal ini bisa dibilang merupakan pengetahuan umum yang semua orang tahu sebab ajaran semacam ini juga dikenal di seluruh agama lain. Namun dalam Islam dikenal beberapa istilah yang berbeda ketika kita membahas tentang bantuan yang bersifat materi, ada istilah Infak, Shadaqah dan Zakat. Berbagai istilah yang semuanya berasal dari bahasa Arab ini kadang rancu sebab tak semua orang tahu perbedaannya. Apa saja perbedaan istilah ini? Berikut ini ulasannya:

Sedekah (shadaqah), menurut ar-Raghib al-Ishfani adalah harta benda yang dikeluarkan orang dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah.

مَا يُخْرِجُهُ الإْنْسَانُ مِنْ مَالِهِ عَلَى وَجْهِ الْقُرْبَةِ كَالزَّكَاةِ ، لَكِنِ الصَّدَقَةُ فِي الأْصْل تُقَال لِلْمُتَطَوَّعِ بِهِ ، وَالزَّكَاةُ لِلْوَاجِبِ

“Sedekah​​​​​​​ adalah harta-benda yang dikeluarkan orang dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Namun pada dasarnya sedekah​​​​​​​ itu digunakan untuk sesuatu yang disunnahkan, sedang zakat untuk sesuatu yang diwajibkan”. (Abdurra’uf am-Manawi, at-Tauqif fi Muhimmat at-Ta’arif, Bairut-Dar al-Fikr, cet ke-1, 1410 H, h. 453).

Sedekah mencakup zakat sebagai sedekah yang wajib dan mencakup seluruh pemberian yang hukumnya tidak wajib, bahkan istilah sedekah juga sering digunakan untuk menyebut segala jenis kebaikan sebab ada hadis Nabi yang artinya: “Segala kebaikan adalah sedekah” (HR. Bukhari).

Senyuman yang tulus, menyingkirkan duri dari jalan, membaca tasbih atau wirid lainnya dan segala bentuk kebaikan lain secara agama bisa disebut sebagai sedekah. Dalam praktiknya, tak ada ceritanya sedekah dianggap tidak sah atau wajib diulang sebab memang tak punya aturan khusus. Hanya saja sedekah mempunyai kode etik agar pahalanya terjaga, di antaranya harus ikhlas dan tidak diikuti dengan mengungkit-ungkit.

 

Selanjutnya Infak adalah menggunakan atau membelanjakan harta-benda untuk berbagai kebaikan, Infak (infaq) juga bisa dipakai sebagai istilah bagi pemberian dalam rangka menunaikan hajat/kepentingan tertentu. Pemberian uang belanja dari suami untuk kebutuhan rumah tangga, pemberian upah pegawai dan semacamnya adalah infak. Bila infak ini dilakukan dengan tujuan mendapatkan pahala dari Allah, maka ia menjadi sedekah. Namun bila infaknya dilakukan bukan dalam rangka mencari pahala, maka tidak disebut sebagai sedekah. Oleh karena itu orang yang menghambur-hamburkan atau yang menyia-nyiakan harta bendanya tidak bisa disebut munfiq (orang yang berinfak). Pengertian Infak ini sebagaimana dikemukakan Imam Fakhruddin ar-Razi:

وَاعْلَمْ أَنَّ الْإِنْفَاقَ هُوَ صَرْفُ الْمَالِ إِلَى وُجُوهِ الْمَصَالِحِ ، فَلِذَلِكَ لَا يُقَالُ فِي الْمُضَيِّعِ إِنَّهُ

“Ketahuilah bahwa Infak adalah membelanjakan harta-benda untuk hal-hal yang mengandung kemaslahatan. Oleh karena itu orang yang menyia-nyiakan harta bendanya tidak bisa disebut sebagai munfiq (orang yang berInfak). (Fakhruddin ar-Razi, Mafatih al-Ghaib, Bairut-Daru Ihya` at-Turats al-‘Arabi, tt, juz, 5, h. 293).

 

Sedangkan zakat merupakan salah satu rukun Islam dan wajib ditunaikan jika sudah memenuhi ketentuan-ketentuannya. Para ulama mendefiniskan zakat sebagai berikut:

اسْمٌ لِقَدْرٍ مَخْصُوصٍ مِنْ مَالٍ مَخْصُوصٍ يَجِبُ صَرْفُهُ لِأَصْنَافٍ مَخْصُوصَةٍ

“Zakat adalah sebuah nama untuk menyebutkan kadar harta tertentu yang didistribusikan kepada kelompok tertentu pula dengan pelbagai syarat-syaratnya”. (Muhammad al-Khatib asy-Syarbini, Mughni al-Muhtaj ila Ma’rifati Alfazh al-Minhaj, Bairut-Dar al-Fikr, tt, juz, 1, h. 368).

 

Dari penjelasan di atas setidaknya dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut. Bahwa sedekah ialah apa saja yang diberikan oleh seseorang dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, baik berupa harta maupun non harta. Sedangkan infak adalah membelanjakan harta untuk berbagai kebaikan.  Sedangkan zakat merupakan sedekah​​​​​​​ wajib yang diambil dari harta yang tertentu seperti emas, perak (atau harta simpanan), dan binatang ternak. Disamping itu zakat diberikan kepada kalangan tertentu yang jumlahnya delapan (al-ashnaf ats-tsamaniyah), dan pada waktu tertentu juga. Dengan kata lain, sedekah ​​​​​​​itu ada dua. Yang pertama adalah sedekah ​​​​​​​wajib yang disebut zakat. Kedua adalah sedekah ​​​​​​​tathawwu` atau sedekah ​​​​​​​sunnah. Sedekah ​​​​​​​tathawwu` tidak harus diberikan ke delapan golongan yang wajib menerima zakat. Namun kata sedekah ​​​​​​​kemudian lebih digunakan untuk sedekah ​​​​​​​tathawwu` untuk membedakan dengan istilah zakat.

 

Penulis: Rizki Mustakim, Lc

 

Salurkan zakat, infak dan sedekah anda melalui

Lembaga Amil Zakat Al-Kahfi Peduli

Bank Syariah Mandiri: 7111348884

BNI Syariah: 0731173093

Bank Muamalat: 3290019609

Read more

Peduli Tenaga Medis, LAZ Al-Kahfi Peduli Serahkan Bantuan ke RSUD Kabupaten Bekasi

Peduli Tenaga Medis, LAZ Al-Kahfi Peduli Serahkan Bantuan ke RSUD Kabupaten Bekasi

Pada kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, tenaga medis menjadi pihak paling rawan terpapar virus Corona. Alat Pelindung Diri atau APD yang seharusnya mereka gunakan sekarang susah didapatkan.

Menyikapi kondisi tersebut, LAZ Al-Kahfi Peduli merasa terpanggil untuk membantu kesulitan yang dialami oleh tenaga medis tersebut. Hari ini, Selasa (12/5) Direktur LAZ Al-Kahfi Wahid Aminudin beserta rombongan menyerahkan bantuan berupa paket masker medis dan paket buka puasa untuk tenaga medis di RSUD Kabupaten Bekasi. Wahid mengatakan, semoga bantuan yang diberikan bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. “Semoga 2.500 masker dan 120 paket buka puasa ini bisa membantu tenaga medis di RSUD Kabupaten Bekasi ini”, tambahnya.

Direktur RSUD Kabupaten Bekasi dr. Sumarti yang menerima bantuan secara simbolik mengapresiasi tas bantuan yang telah diberikan. Dirinya mewakili seluruh tenaga medis mengucapkan terima kasih kepada LAZ Al-Kahfi Peduli atas kepeduliannya terhadap permasalahan Covid-19.

“Terima kasih kepada LAZ Al-Kahfi Peduli, bantuannya sangat bermanfaat buat kami semua di sini”, ucapnya.

Untuk diketahui, selain bantuan masker dan paket buka puasa, sebelumnya LAZ Al-Kahfi Peduli juga telah melakukan berbagai kegiatan terkait penanggulangan Covid-19 yaitu penyemprotan disinfektan masjid musholla, pembagian paket sembako dan pembagian hand sanitizer di tempat berbeda.

Read more

Laporan Distribusi Bantuan Kepada Terdampak PSBB & Pandemi Virus COVID-19

Ibu, Bapak sekalian..
Sudah hampir 1 bulan pemerintah menerapkan Learn and Work From Home serta menganjurkan masyarakat untuk berkegiatan #dirumahaja.

Selama hampir 1 bulan juga LAZ AL-KAHFI PEDULI telah melakukan banyak hal dalam upaya mendukung kebutuhan masyarakat yang rentan terjangkit dan berekonomi rentan. Dimulai sejak 23 Maret 2020, LAZ AL-KAHFI PEDULI telah menyalurkan ratusan bantuan berupa: 1. Penyemprotan Disinfektan : 52 Masjid dan Mushollah
Salah satu kegiatan yang massif untuk pencegahan penyebaran Virus Corona adalah dengan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat umum atau tempat ibadah, masjid dan mushollah. LAZ AL-KAHFI PEDULI telah melakukan penyemprotan disinfektan di 52 masjid dan musholla di Kabupaten Bekasi. 2. Pembagian Hand Sanitizer : 2.000 Botol
Untuk menjaga kebersihan agar terhindar dari Virus Corona, salah satu usahanya dengan selalu menjaga kebersihan tangan. Maka dari itu, LAZ AL-KAHFI PEDULI membagikan 2.000 botol hand sanitizer gratis untuk masyarakat di pasar, masjid, pedagang asongan, ojek dan lain-lain di Kabupaten Bekasi. 3. Pembagian Sembako : 450 Paket
Pada tahap pertama, sebanyak 200 paket sembako telah disalurkan kepada 450 kepala keluarga terdampak ekonomi akibat lesunya pekerjaan harian mereka. Pekerja harian seperti pedagang kecil, ojek, guru ngaji dan lain-lain di Kabupaten Bekasi telah mendapat paket sembako yang terdiri dari beras 10 Kg dan 1 duz mie instan.

Ibu, Bapak sekalian..
Mereka yang menerima kebaikan Ibu dan Bapak mungkin tidak dapat membalas. Akan tetapi, Allah tidak akan pernah luput dari kebaikan para hamba-Nya. Atas nama penerima manfaat, kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga. Jazākumullāh khairan.

LAZ AL-KAHFI PEDULI
Peduli Spenuh Hati
Jl. Perjuangan No.44 RT.02/02 Tambun, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Bantuan Anda masih kami butuhkan, terlebih mulai tanggal 15-28 April 2020 diberlakukan Pembatasan Sosial Bersekala Besar atau PSBB di Bekasi Raya dan sekitarnya.

Read more

LAZ Al-Kahfi Peduli Bantu Pekerja Harian Terdampak Ekonomi Akibat Sosial Distancing Covid-19

LAZ Al-Kahfi Peduli Bantu Pekerja Harian Terdampak Ekonomi Akibat Sosial Distancing Covid-19

Virus Corona Covid-19 telah mewabah di Indonesia. Kabupaten Bekasi termasuk zona merah daerah penularan Covid-19 di Jawa Barat. Pemerintah telah mengeluarkan peraturan agar masyarakat tidak keluar rumah kecuali ada urusan sangat penting. Hal ini dilakukan agar mencegah penyebaran Covid-19 yang begitu cepat.

Tetapi, kebijakan sosial distancing ini mulai berdampak secara ekonomi. Masyarakat yang bekerja harian mulai kehilangan pekerjaan dan kehilangan pendapatan. Berdiam diri di rumah berarti mereka tidak dapat uang makan sekeluarga. Mereka terpaksa harus keluar rumah, tetap bekerja untuk mempertahankan hidup. Meski di tengah-tengan resiko tertular atau menularkan virus Covid-19.

Untuk membantu mereka para pekerja harian, pengemudi ojek dan lain-lain, LAZ Al-Kahfi Peduli membagikan bantuan paket bahan pokok berupa 10 Kg beras dan 1 duz mie instan. Pembagian paket bantuan dilakukan secara simbolik kepada sepuluh orang pengemudi ojek online dan sepuluh orang warga di sekitar sekretariat LAZ Al-Kahfi, Kamis (2/4) di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Direktur LAZ Al-Kahfi Peduli Wahid Aminudin mengatakan, pihaknya membagikan 10 Kg beras dan 1 duz mie instan dengan harapan bantuan itu bisa membantu satu keluarga, empat orang, bertahan di rumah selama empat belas hari. “Mudah-mudahan dalam kondisi darurat Covid-19 seperti ini, bantuan yang kamiberikan dapat bermanfaat untuk mereka”, terangnya.

Wahid juga menambahkan, LAZ Al-Kahfi Peduli telah menyiapkan 300 paket yang akan dibagikan kepada mereka yang betul-betul membutuhkan. “Tentunya semua orang butuh makan, apalagi kondisi seperti ini. Tapi kami akan lakukan pendataan yang maksimal sehingga hanya yang betul-betul prioritas yang kami berikan”, tambahnya.

BP

Read more

Cegah Penyebaran Covid-19, LAZ Al-Kahfi Peduli Lakukan Penyemprotan Masjid

Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al-Kahfi Peduli ikut serta dalam membantu pemerintah mencegah penyebaran Virus Corona Covid-19. LAZ AL-KAHFI demikian biasa disebut telah melakukan penyemprotan pada sepuluh masjid dan mushola di Kecamatan Tambun Selatan pada Selasa lalu (24/3). Pada hari ini, sudah terjadwal 12 Masjid yang akan dilakukan penyemprotan disinfektan.

Direktur LAZ Al-Kahfi Peduli Wahid Aminudin menjelaskan bahwa pihaknya melakukan beberapa langkah cepat untuk bisa membantu pemerintah dalam mencegah penyebaran virus Corona Covid-19. “Kami telah menggulirkan program penyemprotan masjid dengan disinfektan dan selanjutnya pembagian hand sanitizer dan masker gratis kepada masyarakat yang rentan tertular”, katanya.

Wahid menambahkan, Lembaga Amil Zakat Al-Kahfi Peduli yang dipimpinnya aktif dalam kegiatan sosialisasi cegah virus Covid-19 terutama lewat jejaring relawan dan sosil media. “Kami juga bikin berbagai poster untuk pencegahan Covid-19 yang kami upload di sosial media kami, terutama Facebook dan Instagram” katanya saat ditemui di kantornya, di Tambun Selatan Kabupaten Bekasi.

“Kami dahulukan 50 Masjid yang sudah mendaftar untuk dilakukan penyemprotan. Insya Allah masjid berikutnya akan kami jadwalkan”, katanya.

Wahid juga menghimbau agar masyarakat mengikuti perkembangan informasi terkait virus Covid-19, tetap waspada, jangan panik dan terus mematuhi protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh WHO maupun pemerintah Indonesia.

“Tetap di rumah, agar tidak menambah jumlah korban lagi”, pesannya mantap.

BP.

 

     

 

Read more

ZAKAT SEBAGAI PENGURANG PAJAK

Sebagaimana kita ketahui bahwa menunaikan zakat salah satu kewajiban umat muslim yang tertuang dalam rukun Islam. Terlepas dari zakat fitrah, zakat yang dimaksudkan adalah zakat maal. Salah satunya adalah zakat penghasilan.

Dalam kehidupan modern, telah banyak jenis pekerjaan halal yang dapat menghasilkan pundi-pundi uang ke dalam kantong kita. Dan bilamana memenuhi nishabnya, sebagai seorang muslim maka wajib mengeluarkan zakatnya.

Regulasi pemerintah terkait zakat terus berkembang. Tak hanya semakin dipermudah prosesnya dengan menjamurnya jumlah lembaga amil tersertifikasi pemerintah. Namun, kini zakat telah dapat meringankan beban seseorang dalam kewajiban membayar pajak.

Hal tersebut berarti bahwa, zakat juga dapat digunakan sebagai pengurang pajak. Peraturan tersebut tercantum dalam Pasal 22 UU 23 Th. 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Berbunyi:

“Zakat yang dibayarkan oleh muzaki kepada Organisasi Pengelola Zakat dikurangkan dari penghasilan kena pajak”.

Prosedur Administrasi Zakat Sebagai Pengurang Pajak

Penjelasan peraturan hal-hal yang dapat dikatakan sebagai pengurang pajak, tercantum dalam Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-6/PJ/2011 tahun 2011 tentang Pelaksanaan Pembayaran dan Pembuatan Bukti Pembayaran atas Zakat atau Sumbangan Keagamaan yang Sifatnya Wajib yang Dapat Dikurangkan dari Penghasilan Bruto.

Sedangkan dalam Pasal 2 Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-6/PJ/2011 tersebut, menjelaskan bahwa untuk dapat menggunakan zakat sebagai klaim pengurang pajak, meliputi:

  1. Wajib Pajak yang melakukan pengurangan zakat atau sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, wajib melampirkan fotokopi bukti pembayaran pada Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan Tahun Pajak dilakukannya pengurangan zakat atau sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib.
  2. Bukti pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1):
    • dapat berupa bukti pembayaran secara langsung atau melalui transfer rekening bank, atau pembayaran melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM), dan
    • paling sedikit memuat:
      – Nama lengkap Wajib Pajak dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) pembayar;
      – Jumlah pembayaran;
      – Tanggal pembayaran;
      – Nama badan amil zakat; lembaga amil zakat; atau lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan Pemerintah; dan
      – Tanda tangan petugas badan amil zakat; lembaga amil zakat; atau lembaga keagamaan, yang dibentuk atau disahkan Pemerintah, di bukti pembayaran,       apabila pembayaran secara langsung; atau
      – Validasi petugas bank pada bukti pembayaran apabila pembayaran melalui transfer rekening bank.

Teknis Perhitungan Zakat Pengurang Pajak

Sehingga perhitungan zakat dapat dikurangkan melalui penghasilan bruto seseorang dalam setahun. Yang mana disertai dengan biaya pengurang sesuai UU Pajak Penghasilan (PPh) beserta Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Dan menghasilkan total Penghasilan Kena Pajak (PKP).

Perhitungan Tanpa Zakat:

PKP = Penghasilan Netto – PTKP

Perhitungan Dengan Zakat:

PKP = Penghasilan Netto – Zakat – PTKP

Sedangkan Penghasilan Netto didapatkan dari:

Penghasilan Netto = Penghasilan Bruto – Pengurang (biaya) yang diperkenankan oleh UU PPh

Biaya pengurang penghasilan bruto sesuai UU PPh 21 antara lain:

  • Biaya Jabatan, 5% dari penghasilan bruto setahun dengan total maksimal Rp 6 juta setahun,
  • Biaya Pensiun, 5% dari penghasilan bruto setahun atau total maksimal Rp 2,4 juta setahun,
  • Iuran BPJS (yang dibayarkan karyawan), yakni meliputi Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Kesehatan (Jkes).

Batas PTKP

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) merupakan batasan penghasilan seseorang dikatakan wajb pajak atau tidak. Mudahnya, bila dianalogikan ke dalam zakat, PTKP sama seperti nishab untuk bisa seseorang dikatakan wajib pajak.

Adapun Tarif PTKP 2018/2019 sesuai PMK 101-PMK.010-2016, meliputi:

1. Wajib Pajak Tidak Kawin (TK)
Uraian Status PTKP
Wajib Pajak TK0 54,000,000
Tanggungan 1 TK1 58,500,000
Tanggungan 2 TK2 63,000,000
Tanggungan 3 TK3 67,500,000

 

2. Wajib Pajak Kawin (K)
Uraian Status PTKP
Wajib Pajak Kawin K0 58,500,000
Tanggungan 1 K1 63,000,000
Tanggungan 2 K2 67,500,000
Tanggungan 3 K3 72,000,000

 

3. Wajib Pajak Kawin, Penghasilan Istri & Suami Digabung (K/I)
Uraian Status PTKP
Wajib Pajak Kawin K/I/0 112,500,000
Tanggungan 1 K/I/1 117,000,000
Tanggungan 2 K/I/2 121,500,000
Tanggungan 3 K/I/3 126,000,000

 

Catatan:
Tunjangan PTKP untuk anak atau tanggungan maksimal 3 orang

 

Tarif PPh 21

Tarif PPh 21 merupakan besarnya persentase tarif pajak yang dikenakan pada orang wajib pajak sesuai dengan jumlah penghasilan tertentu. Untuk saat ini peraturan tersebut tercantum dalam UU No. 36 Th. 2008 Pasal 17. Aturan ini tentunya berbeda bagi mereka yang memiliki NPWP dan tidak.

Berikut merupakan tarif PPH 21 bagi pemilik NPWP:

Penghasilan Kena Pajak (PKP) Tarif Pajak
Sampai dengan 50 juta 5%
50 juta s/d 250 juta 15%
250 juta s/d 500 juta 25%
Di atas 500 juta 30%

 

Sedangkan bagi mereka yang tidak memiliki NPWP, maka akan dikenakan lebih tinggi 20% daripada tarif yang diterapkan terhadap wajib pajak yang memiliki NPWP (UU No. 36 Th. 2008 Pasal 21 ayat 5a).

Ilustrasi Studi Kasus

Pak Roni memiliki penghasilan selama setahun sebesar Rp 300 juta. Ia belum menikah. Hitung besar pajak yang harus dikeluarkan oleh Pak Roni:

  1. Dengan Zakat
  2. Tanpa Zakat

Jawaban Perhitungan

 

 

Penulis : ayusm

Read more